Oknum Perwira Nyaris Tembak Jurnalis BMR

207

 

BMR.NEWS, HUKRIM– SB alias San (27) salah satu jurnalist bertugas di wilayah Kabupaten Boltim, diduga menjadi korban penodongan dan nyaris ditembak PS alias Pol oknum perwira Polres Kotamobagu, di halaman parkiran Cafe M Clasic, Rabu (19/06/2019), sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.

Tidak terima dengan penodongan oleh perwira mengunakan senjata api jenis HS, kemudian SB melaporkan ke bagian pelayanan pengaduan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kotamobagu dengan Nomor Surat Tanda Penerimaan Laporan STPL/06/VI/2019/SIE PROPAM. Sedangankan diketahui sebelumnya, SB sudah dimintai keterangan singkat oleh Pengamanan Internal Polri (Paminal) Polda Sulut.

Di Polres Kotamobagu, SB kepada media ini mengatakan, kejadian itu terjadi di halaman parkiran cafe Clasic kelurahan Kotabangon, Kota Kotamobagu. Kata dia, tujuan ia kesitu mengantar temannya.

“Kemudian saya lihat seperti ada keributan. Tiba tiba didepan mobil saya terdapat banyak orang. Sehingga saya bertahan dengan maksud menunggu situasi redah. Setelah redah kemudian saya menghidupkan mobil dengan tujuan untuk pulang karena sudah mendapat telefon dari Istri,” kata SB.

Kemudian lanjutnya, Oknum polisi itu menahannya sambil meminta tidak keluar dari halaman itu.

“Karena saya berpikir tidak ada sangkut paut dengan keributan itu kemudian saya menghidupkan mobil untuk pulang. Tetapi oknum polisi itu tetap melarang agar jangan keluar dari halaman parkiran sambil menodong senjata ke arah. Dan mengatakan “Jangan keluar parkir itu oto jangan kita tembak” sambil mengarahkan senjata ke muka saya, dan dengan nada “jangan kita tembak. Tiba-tiba datang teman yang saya antar dan menarik Oknum Polisi itu, samnbil mengatakan “jangan tembak,” ujarnya.

Berselang beberapa menit pada saat situasi redah, dengan tujuan menanyakan maksud dari oknum polisi itu, kemudian menurut SB, ia turun dari mobil. “Saya sempat bilang kenapa saya ditodong dengan senjata, sementara saya tidak tahu masalahnya. Kemudian dia menjawab “Kenapa kurang sanang”, ungkapnya.

“Saya merasa sangat keberatan dan takut karena ditodong mengunakan senjata api. Jangan karena anggota Polri kemudian menodong seperti itu. Saya berharap ini dapat diproses sesuai prosedur hukum berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, oknum perwira PS alias Pol saat dikonfirmasi mengatakan, memang saat itu pihaknya berada di dalam Cafe Clasic dan pada saat keluar tiba-tiba ada beberapa pemuda mendekatinya. Guna mengantisipasi terjadi keributan kata dia, sehingga dirinya mengaku adalah seorang Polisi.

“Kita tadi malam ke Clasic terus saat keluar dari dalam, ada berapa oknum pemuda mendekati kita. Terus karena mau ribut kita bilang saya Polisi dan saat kita bicara dengan kelompok pemuda keluar dari dalam halaman Cafe kemudian ada Mobil sedan memaksakan diri keluar. Dan saya menghentikannya wartawan itu. Memang kita so minta maaf namun dia memaksakan keluar,” kata¬†PS melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, memang saat itu karena korban memaksa dirinya untuk keluar. Sehingga ia barteriak berhenti baru korban menghentikan kendaraannya.

“Sambil bilang kalau ndak berhenti kita Tembak Ban. Dan tangan saya ada ke arah pinggang karena kita anggap orang itu bagian dari pemuda,” jelasnya.

Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan saat dikonfirmasi mengatakan, jika itu benar akan ditindak lanjuti. “Laporkan saja ke Propam. Kalau salah nanti kita tindak,” Kata Gani melalui pesan WhatsApp. (Grepl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.