Oknum Perwira Penodong Senjata Api Dimutasi ke Polda Sulut

205
Ilustrasi (Jawa pos.com)

BMR.NEWS,HUKRIM – Kasus penodongan senjata oleh oknum perwira pertama Polres Kotamobagu PS alias Pol, kepada Wartawan SB alias San, berbuntut panjang. Setelah melalui proses laporan SB ke Pihak Propam dan Paminal Polda Sulut, kini oknum perwira itu dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda sulut dalam rangka pemeriksaan.

Hal ini berdasarkan surat telegram dengan nomor : ST/421/VI/KEP/2019, tertanggal 21 Juni 2019, atas nama Kapolda Sulut, melalui Kepala Biro (Karo) SDM. Dalam TR tersebur, IPDA PS alias Pol jabatan lama KanitDik 1 Satreskrim Polres Kotamobagu dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda Sulut (Dalam rangka pemeriksaan).

Namun, hal tersebut tidak semata-mata membuat wartawan SB yang bertugas sebagai Kepala Biro di Boltim ini diam. SB mengatakan, pihak kepolisian harus benar-benar menindak anggotanya sesuai dengan proses hukum dan undang-undang yang berlaku.

“Namun saya yakin bapak Kapolres beserta Kapolda tegas dengan hal ini. Ini tentunya menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan semua orang juga bagi anggota kepolisian,” kata SB, kemarin.

Diketahui, kasus yang menyeret oknum anggota perwira polres Kotamobagu itu, dikarenakan menodong senjata api jenis HS kepada wartawan SB, yang terjadi di halaman parkiran tempat hiburan malam, Cafe M clasik, pada rabu 19 juni 2019 kemarin. Saat melakukan penodongan dan nyaris menembak wartawan itu, oknum perwira perpangkat IPDA ini diduga karena sudah dalam keadaan mengkonsumsi minuman keras (Miras).

Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan melalui Kabag Sumda KOMPOL Dadang Suhendra saat di konfirmasi membenarkan adanya surat telegram tersebut.

“Iya kami sudah terima ST tersebut. Selanjutnya pihak Polres akan membebas tugaskan oknum PS, untuk dipindahkan ke Polda sebagai tempat yang baru. Itu akan berproses sekitar satu minggu atau sepuluh hari kedepan, sesuai dengan petunjuk pak Kapolres,” kata Dadang.

Sementara itu, Kasie Propam Polres Kotamobagu IPTU Moh Hasanudin mengatakan, saat ini laporan sudah diterima dan sedang dalam proses.

“Sedang diproses laporan tersebut,” kata Hasanudin. (Grepl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.